Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi adopsi e-wallet pada UMKM kelapa di Kabupaten Jembrana serta implikasinya terhadap keberlanjutan usaha, dengan menempatkan literasi keuangan digital sebagai variabel moderasi. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei kepada 140 pelaku UMKM pengguna e-wallet yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa performance expectancy dan effort expectancy berperan signifikan dalam mendorong keputusan UMKM untuk mengadopsi e-wallet, yang menandakan bahwa persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan utama dalam pemanfaatan teknologi pembayaran digital. Selanjutnya, adopsi e-wallet terbukti memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan UMKM, terutama dalam mendukung efisiensi transaksi, kelancaran arus kas, dan stabilitas operasional usaha. Namun demikian, literasi keuangan digital tidak terbukti memperkuat hubungan antara adopsi e-wallet dan keberlanjutan UMKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa manfaat praktis e-wallet lebih dominan dibandingkan tingkat literasi digital dalam memengaruhi keberlanjutan usaha, serta menegaskan bahwa kerangka teori UTAUT masih relevan dalam menjelaskan perilaku adopsi teknologi keuangan digital pada konteks UMKM.
Copyrights © 2025