Kajian ini menelaah hubungan IPM dan PDRB per kapita dengan tingkat kemiskinan di Indonesia pada periode 2019–2024. Analisis mencakup 33 provinsi dan memanfaatkan data panel enam tahun yang bersumber dari BPS. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan regresi data panel. Pemilihan spesifikasi model melalui uji Chow dan Hausman. Hasil pengujian mengarah pada penggunaan Fixed Effect Model sebagai spesifikasi paling sesuai. Estimasi menunjukkan bahwa IPM berkorelasi negatif dan signifikan dengan kemiskinan. Kenaikan capaian pendidikan, kesehatan, dan standar hidup beriringan dengan penurunan proporsi penduduk miskin. Temuan ini konsisten dengan pandangan bahwa kualitas manusia berperan langsung dalam memperbaiki kapasitas ekonomi rumah tangga. Sebaliknya, PDRB per kapita juga menunjukkan arah hubungan negatif, tetapi tidak signifikan pada taraf 5 persen. Artinya, peningkatan rata-rata pendapatan regional belum otomatis menekan kemiskinan ketika distribusi pendapatan dan akses terhadap layanan dasar tidak merata. Hasil tersebut menegaskan bahwa strategi pengurangan kemiskinan tidak cukup bertumpu pada ekspansi output ekonomi. Kebijakan perlu menempatkan pembangunan manusia sebagai pengungkit utama, disertai upaya pemerataan manfaat pertumbuhan. Pendekatan ini relevan untuk merancang intervensi lintas wilayah yang lebih efektif dalam konteks heterogenitas provinsi di Indonesia
Copyrights © 2025