Dinamika kinerja keuangan perusahaan mendorong manajemen dan investor untuk memperhatikan profitabilitas sebagai indikator utama keberlanjutan usaha dan efektivitas pengelolaan perusahaan. Profitabilitas dipengaruhi oleh berbagai keputusan keuangan, terutama struktur modal, likuiditas, dan efisiensi, tetapi penelitian sebelumnya menghasilkan hasil yang tidak konsisten, sehingga meninggalkan kesenjangan penelitian, terlebih lagi pada perusahaan subsektor makanan dan minuman. Sehingga, penelaahan difokuskan pada upaya penelaahan terhadap pengaruh struktur modal, likuiditas, dan efisiensi terhadap profitabilitas perusahaan subsektor makanan dan minuman (mamin) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian dioperasikan melalui paradigma kuantitatif dan asosiatif serta mengekstraksi data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Populasi penelitian terdiri dari 94 perusahaan, dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 9 perusahaan sebagai sampel. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa, struktur modal berdampak negatif namun signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan likuiditas berdampak negatif namun tidak signifikan serta efisiensi berdampak positif namun tidak signifikan terhadap profitabilitas. Penelitian ini meneguhkan bahwa pengelolaan struktur pendanaan yang tepat menjadi faktor dominan dalam meningkatkan profitabilitas, sementara likuiditas dan efisiensi perlu dikelola secara terpadu untuk mendukung kinerja perusahaan.
Copyrights © 2026