Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena transformasi organisasi dan adanya kesenjangan jumlah SDM teknis di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta yang berdampak pada peningkatan beban kerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap kinerja pegawai, dengan menempatkan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif dengan sampel sebanyak 80 pegawai yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, di mana beban kerja dipersepsikan sebagai tantangan profesional (challenge stressors) yang memacu produktivitas. Sebaliknya, kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karena sistem remunerasi sektor publik yang bersifat tetap. Komitmen organisasi terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja dan berhasil memoderasi pengaruh beban kerja secara signifikan sebagai penyangga psikologis (buffer), namun tidak memoderasi pengaruh kompensasi. Kesimpulannya, faktor psikologis internal lebih dominan dalam menentukan kinerja dibandingkan insentif finansial eksternal. Manajemen disarankan untuk memprioritaskan program penguatan loyalitas pegawai guna menjaga stabilitas kinerja di tengah tingginya tuntutan tugas.
Copyrights © 2026