Perubahan lingkungan bisnis dan tuntutan peningkatan daya saing menuntut Perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia secara strategis, seperti adanya program pengembangan karir serta pelatihan. Namun, masih ditemui tidak konsistennya kinerja karyawan, sehingga menimbulkan kesenjangan antara harapan dan realitas. Mengidentifikasi apakah kinerja karyawan dipengaruhi oleh pengembangan karir dan pelatihan di PT. PELNI (Persero) Kantor Pusat adalah tujuan dari studi ini. Asosiatif menjadi sifat penelitian ini dengan kuantitatif sebagai pendekatannya. Adapun sampling jenuh diterapkan sebagai teknik sampling sehingga 90 karyawan menjadi responden dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, lalu metode regresi linier berganda digunakan dengan bantuan SPSS V.25 untuk analisis data, dilakukan juga uji asumsi klasik, reliabilitas, serta validitas. Ditemukan hasil bahwa kinerja karyawan dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh pelatihan karena t tabel < t hitung (1,987 < 2,600) serta 0,011 < 0,05 sebagai signifikansi. Kinerja karyawan pun dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh pengembangan karir karena t tabel < t hitung (1,987 < 3,489) serta 0,001 < 0,05 sebagai signifikansi. Selain itu, kinerja karyawan dipengaruhi oleh pengembangan karir dan pelatihan secara simultan karena F tabel < F hitung (3,101 < 15,630). Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan pada sistem pengembangan karir serta adanya pelatihan dalam upaya optimalisasi kinerja karyawan.
Copyrights © 2026