Perkawinan anak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan keberlanjutan pendidikan remaja, sehingga diperlukan strategi preventif yang melibatkan keluarga sebagai lingkungan utama pembentukan nilai dan perilaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja sebagai upaya pencegahan perkawinan anak. Metode yang digunakan berupa edukasi partisipatif melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, pendampingan komunikasi orang tua–remaja, serta distribusi media informasi yang disesuaikan dengan konteks sosial budaya masyarakat. Sasaran kegiatan adalah orang tua dan remaja di tingkat komunitas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai kesehatan reproduksi, perbaikan kualitas komunikasi dalam keluarga, serta terbentuknya sikap remaja yang lebih kritis terhadap perkawinan usia dini. Implikasi kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas keluarga melalui pendekatan edukatif dan dialogis dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam mendukung kesehatan reproduksi remaja. Dengan demikian, pemberdayaan keluarga berperan penting dalam menurunkan risiko perkawinan anak secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025