Persistensi stunting tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, menuntut peningkatan akurasi dalam pengukuran antropometri dan efisiensi yang lebih besar dalam manajemen data di tingkat layanan kesehatan primer. Metode pengukuran konvensional sering kali menyebabkan kesalahan manusia dalam pembacaan skala dan transkripsi data, yang memperlambat proses kritis deteksi dini dan intervensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan tersebut dengan mengimplementasikan Transfer Teknologi Pengumpulan Data Real-Time menggunakan IoT Stunting-Wasting Detector Analyzer (SWU Analyzer) di RB Bakti Ibu Medono, Pekalongan. Kegiatan ini memanfaatkan pendekatan gabungan antara transfer pengetahuan dan pelatihan praktik langsung partisipatif untuk 15 Bidan dan Kader Kesehatan. Pelatihan difokuskan pada prosedur pengoperasian SWU Analyzer yang benar—sebuah perangkat digital yang secara otomatis mengukur tinggi dan berat badan serta menghitung Z-Score—dan memverifikasi transmisi data real-time ke sistem informasi. Hasil evaluasi mengkonfirmasi keberhasilan program, menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor kognitif dan kompetensi operasional peserta. Implementasi SWU Analyzer secara efektif meminimalkan risiko kesalahan pengukuran dan transkripsi, sehingga memperkuat kualitas data dan mempercepat lini masa administratif untuk pemantauan stunting. Program ini menyoroti bahwa kolaborasi yang sukses antara teknologi IoT dan peningkatan kapasitas bagi petugas kesehatan lokal berfungsi sebagai model yang efektif dan dapat direplikasi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi tatalaksana stunting di fasilitas kesehatan primer
Copyrights © 2026