Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tingkat ketergantungan Artificial Intelligence (AI) terhadap kesiapan kerja mahasiswa akuntansi dengan self-efficacy sebagai variabel intervening. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini melibatkan 52 mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi Universitas Kahuripan Kediri melalui teknik sensus. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis mengungkapkan bahwa tingkat ketergantungan AI tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kesiapan kerja. Namun, ketergantungan AI terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja melalui peran self-efficacy sebagai mediasi penuh (full mediation). Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi tanpa dibarengi keyakinan diri yang matang berisiko menghambat kemandirian mahasiswa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya reposisi peran teknologi dalam kurikulum akuntansi. Institusi pendidikan disarankan tidak hanya membekali mahasiswa dengan kecakapan teknis AI, tetapi juga mengintegrasikan pengembangan aspek psikologis guna memastikan kesiapan profesional mahasiswa di era digital.
Copyrights © 2026