Dismenore primer merupakan keluhan yang sering terjadi pada remaja putri yang menyebabkan peningkatan pada remaja. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 107.673 (64,25%). Angka kejadian dismenore dialami oleh 60% - 75% remaja. Dilaporkan 30% - 60% remaja wanita yang mengalami dismenore pada kalangan 7% - 15% tidak pergi ke sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri haid (dismenore) primer remaja putri sebelum dan sesudah diberikan kompres dingin. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan sampel sebanyak 49 responden. Instrumen penelitian menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi kompres dingin dengan ice bag yang berisi ice tube dengan suhu 15-18 derajat celcius selama 10 menit diberikan sebanyak 2 kali dengan jeda 5 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri sebelum intervensi sebesar 7,49 menurun menjadi 2,41 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z= - 6,182 dan p-value= <0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan skala nyeri yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan seluruh responden mengalami penurunan skala nyeri. Kesimpulannya, kompres dingin efektif menurunkan skala nyeri haid (dismenore) primer sehingga dapat digunakan sebagai terapi alternatif yang praktis dan non invasif untuk menangani nyeri haid pada remaja putri.
Copyrights © 2026