Lesi desak ruang intrakranial atau Intracranial Space Occupying Lesion (SOL) merupakan salah satu penyebab utama tindakan kraniotomi di Indonesia. RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan mencatat SOL sebagai indikasi terbanyak prosedur bedah saraf. Kraniotomi dengan anestesi umum berisiko menimbulkan perdarahan, ketidakseimbangan cairan, serta peningkatan tekanan intrakranial, sehingga memerlukan asuhan keperawatan anestesiologi yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada lima pasien dengan diagnosis SOL yang menjalani kraniotomi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, dokumentasi rekam medis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan pasien berusia 43–56 tahun (4 perempuan, 1 laki-laki) dengan keluhan utama nyeri kepala berulang disertai gejala neurologis seperti gangguan sensorimotorik, visual, dan nervus kranialis. Dua pasien mengalami perdarahan intraoperasi, sementara satu pasien dengan riwayat hipertensi tetap stabil secara hemodinamik. Pascaoperasi, seluruh pasien dirawat di ICU dengan ventilator mekanik akibat durasi anestesi yang lama. Secara keseluruhan, anestesi umum berhasil menjaga stabilitas hemodinamik dan mendukung keberhasilan kraniotomi, dengan dokumentasi asuhan keperawatan anestesiologi yang sistematis.
Copyrights © 2026