Cairan intravena seperti kristaloid dan koloid digunakan sebagai terapi awal untuk mencegah dan mengatasi gangguan hemodinamik, namun efektivitas keduanya masih menjadi perdebatan. Tujuan: Mengetahui perbedaan hemodinamik pada pemberian cairan koloid dan kristaloid terhadap tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), dan frekuensi nadi pada pasien post Sectio Caesarea dengan anestesi spinal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel terdiri dari 120 pasien yang menjalani Sectio Caesarea dengan anestesi spinal, dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kristaloid dan kelompok koloid. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil: Rata-rata TDS pada kelompok kristaloid adalah 118,53 mmHg dan pada kelompok koloid 118,15 mmHg dengan nilai p = 0,215 (tidak signifikan). Rata-rata TDD pada kelompok kristaloid adalah 67,10 mmHg dan pada kelompok koloid 63,90 mmHg, p = 0,027 (signifikan). Frekuensi nadi kelompok kristaloid adalah 75,25 kali/menit, sedangkan kelompok koloid 79,12 kali/menit, p = 0,013 (signifikan). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah diastolik dan frekuensi nadi antara pemberian cairan koloid dan kristaloid. Kristaloid lebih efektif dalam mempertahankan tekanan diastolik, sedangkan koloid cenderung meningkatkan frekuensi nadi. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik.
Copyrights © 2026