Sectio caesarea merupakan tindakan obstetri yang banyak menggunakan anestesi spinal. Pemberian anestesi spinal dapat menyebabkan perubahan hemodinamik, salah satunya penurunan tekanan darah yang berisiko menimbulkan komplikasi pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan darah pada pasien yang menjalani operasi sectio caesarea pasca anestesi spinal di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 51 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Karakteristik responden mencakup usia, status kehamilan, dan riwayat penyakit, dengan mayoritas berusia 26–35 tahun, berstatus multigravida, serta tidak memiliki riwayat penyakit. Pengukuran tekanan darah dilakukan setiap 5 menit selama 30 menit pertama setelah pemberian anestesi spinal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik setelah anestesi spinal. Rata-rata sistolik tertinggi pada menit ke-5 (114,82 mmHg), kemudian menurun hingga menit ke-20, dan stabil pada menit ke-30 (108,08 mmHg). Tekanan darah diastolik juga menurun dari 72,22 mmHg menjadi 64,86 mmHg pada akhir pengamatan. Hipotensi paling banyak terjadi pada awal observasi, sedangkan pada sebagian pasien di menit akhir pengamatan terjadi peningkatan hingga kategori hipertensi.
Copyrights © 2026