Kehamilan pada usia remaja masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia karena berhubungan dengan meningkatnya risiko komplikasi medis, psikologis, dan sosial yang berdampak pada ibu maupun bayi. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan keluarga dengan ibu post partum remaja pada fase childbearing. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang ibu post partum berusia 17 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1, Banyumas. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan tahapan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga menghadapi tiga masalah utama, yaitu gangguan proses keluarga, ketidakmampuan koping, dan risiko gangguan perlekatan ibu-anak, yang dipengaruhi oleh dominasi mertua, kurangnya komunikasi terbuka, serta minimnya dukungan emosional dari suami. Intervensi yang diberikan berupa edukasi, komunikasi terapeutik, serta pelibatan anggota keluarga terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri ibu, memperbaiki komunikasi, dan memperkuat keterlibatan keluarga dalam pengasuhan bayi. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pendekatan keperawatan berbasis keluarga efektif dalam memperkuat fungsi keluarga, meningkatkan dukungan emosional, serta memfasilitasi peran ibu remaja dalam masa nifas, sehingga dapat membangun ketahanan keluarga dan mencegah dampak negatif kehamilan usia remaja.
Copyrights © 2026