Stroke hemoragik merupakan kondisi gawat darurat yang sering menimbulkan intoleransi aktivitas akibat gangguan fungsi saraf. Perkembangan teknologi kesehatan menghadirkan telenursing sebagai alternatif pelayanan melalui edukasi, pemantauan, dan dukungan jarak jauh oleh perawat kepada pasien serta keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan telenursing pada pasien stroke hemoragik dengan masalah intoleransi aktivitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada seorang pasien perempuan dengan diagnosa stroke hemoragik yang mengalami kebas pada ekstremitas kiri atas. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan pendekatan manajemen energi melalui komunikasi daring, berupa edukasi manajemen aktivitas, pemantauan kondisi fisik, serta dukungan psikologis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan toleransi aktivitas setelah 3x24 jam intervensi. Disimpulkan bahwa telenursing efektif dalam membantu mengatasi intoleransi aktivitas pada pasien stroke hemoragik. Pasien disarankan untuk melanjutkan latihan gerak aktif (Range of Motion/ROM) secara mandiri guna mempertahankan fungsi otot.
Copyrights © 2026