Tingginya angka persalinan melalui operasi Sectio Caesarea (SC) di Indonesia memunculkan tantangan signifikan dalam keberhasilan proses menyusui. Persalinan SC sering kali menimbulkan masalah menyusui tidak efektif akibat nyeri pasca operasi yang menghambat inisiasi menyusui dini dan ketidaknyamanan ibu. Penelitian ini menggambarkan asuhan keperawatan pada ibu post partum sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif di Ruang Bougenvile RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Tujuannya menganalisis penerapan edukasi menyusui dan pijat oksitosin sebagai intervensi untuk mengatasi masalah tersebut dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Pengkajian menunjukkan adanya masalah menyusui tidak efektif, yang ditegakkan dengan diagnosis keperawatan yang relevan. Implementasi asuhan keperawatan difokuskan pada pengajaran teknik menyusui yang benar dan aplikasi pijat oksitosin untuk merangsang produksi ASI. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pada status menyusui pasien, di mana ASI mulai keluar dan keluhan nyeri pasca operasi berkurang. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi edukasi menyusui dan pijat oksitosin merupakan intervensi keperawatan yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan menyusui pada ibu pasca operasi SC.
Copyrights © 2026