Prosedur operasi dapat menimbulkan rasa takut dan cemas yang memicu kecemasan preoperatif. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan berisiko menimbulkan komplikasi selama maupun setelah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan tekanan darah pada pasien preoperatif. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 70 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data tekanan darah diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan sphygmomanometer, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner standar. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan analisis univariat kecemasan pada pasien pre operasi sebagian besar cemas ringan berjumlah 44 orang (62,9%). Tekanan darah pasien pre operasi dengan tekanan darah hipertensi stage 2 berjumlah 25 orang (35,7%). Ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tekanan darah dan tingkat kecemasan (r = 0,716; p = 0,001). Korelasi positif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi pula tekanan darah pasien pre operasi. Korelasi positif menunjukkan bahwa peningkatan tingkat kecemasan sejalan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien preoperatif.
Copyrights © 2026