Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2022, Angka Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi, yaitu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, berdasarkan laporan dari RSIA Nurul Anisa, dalam kurun waktu tahun 2023 hingga 2024 tercatat 70 kasus partus lama dari total 389 persalinan yang terjadi. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa angka kejadian partus lama masih tergolong tinggi, dengan prevalensi sekitar 18%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian partus lama kala II pada ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa, baik yang menjalani persalinan pervaginam maupun sectio caesarea (SC), dengan total 389 responden selama dua tahun terakhir (2023–2024). Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling, di mana seluruh populasi dijadikan sampel. Analisis data dilakukan melalui analisis proporsi (persentase) untuk analisis univariat, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR) untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beberapa faktor dengan kejadian partus lama kala II, yaitu: Usia ibu (p = 0,003), Paritas (p = 0,017), Taksiran berat janin (p = 0,004), dan His (kontraksi uterus) (p = 0,005).
Copyrights © 2026