Latar Belakang : Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernafasan yang dapat menyebabkan penyempitan jalan nafas sehingga menimbulkan sesak nafas, penurunan saturasi oksigen, serta penurunan daya tahan tubuh. Salah satu penanganan fisioterapi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan gejala asma adalah melalui senam asma, yaitu latihan fisik terstruktur untuk meningkatkan fungsi pernafasan dan kebugaran kardiorespirasi. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh senam asma terhadap endurance, saturasi oksigen, dan derajat sesak nafas pada penderita asma di Kalurahan Sumberadi. Metode : Penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre test and post test with control group design. Pengambilan sampel dengan purposive sampling, jumlah sampel 24 orang yang, program latihan 2x seminggu selama 4 minggu. Kelompok intervensi diberikan senam asma dan kelompok kontrol tanpa latihan. Alat ukur menggunakan Incremental Step Test (IST), Pulse Oximetry, dan Visual Analog Scale (VAS) for Dyspnea. Hasil : Uji Paired Sample T-test didapatkan hasil nilai p=0,001 (p<0,05) menunjukkan ada pengaruh signifikan antara senam asma terhadap endurance, saturasi oksigen, dan derajat sesak nafas pada penderita asma. Kesimpulan : Terdapat pengaruh senam asma terhadap endurance, saturasi oksigen, dan derajat sesak nafas pada penderita asma di Kalurahan Sumberadi. Saran : Penderita asma diharapkan dapat secara rutin melakukan senam asma untuk meningkatkan endurance, saturasi oksigen, dan menurunkan derajat sesak nafas.
Copyrights © 2026