Daun temelekar (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne) telah dimanfaatkan dalam pengobatan antiinflamasi, malaria, keputihan dan diare. Pemanfaatan daun temelekar ini dikarenakan kandungan metabolit sekunder seperti antrakuinon, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Namun kualitas dan kuantitas yang terkandung dalamnya bergantung pada iklim dan letak geografis dari lokasi tumbuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan senyawa metabolit aktif ekstrak etanol daun Temelekar dari berbagai lokasi menggunakan metode spestroskopi FT-IR dan kemometrik. Analisis profil ekstrak etanol dilakukan dengan FTIR program the unscrambler 10.5 dan minitab versi 18. Hasil dari analisis kemometrik, lokasi Kuaro dan Babulu (kelompok 1) memiliki kemiripan yaitu 85,19%, lokasi Lintang Jaya (kelompok 2) memiliki kemiripan 65,78% dengan kelompok 1, sedangkan lokasi Tanjung Batu (lokasi 3) memiliki kemiripan 39,66% dengan kelompok 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa letak geografis berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas senyawa metabolit dari daun temeleker.
Copyrights © 2023