Penambahan bahan kimia obat ke dalam jamu banyak dilakukan dengan tujuan meningkatkan khasiat dalam terapi. Salah satu bahan kimia obat yang ditambahkan adalah deksametason dan metamizol yang berfungsi sebagai antiradang dan analgetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode analisis FTIR yang dikombinasi dengan kemometrik agar mampu mengidentifikasi dexametason dan metamizol pada jamu pegal linu secara simultan. Metamizol baku, deksametason baku dan sampel jamu diidentifikasi dengan metode ATR-FTIR yang dikombinasi dengan kemometrik PCA dan PLS pada bilangan gelombang 400-4000 cm-1. Hasil analisis score plot PCA menunjukkan FTIR yang dikombinasi kemometrik mampu mengklasifikasikan dexametason, metamizol dan sampel jamu referensi. Analisis kuantitatif dengan PLS menunjukkan nilai R2 0,999 dan RMSEC sebesar 0,325 pada campuran biner sampel jamu referensi dan deksametason. Sedangkan analisis PLSÂ pada campuran biner sampel jamu referensi dan metamizol menunjukkan nilai R2 0,998 dan RMSEC sebesar 0,676. Hasil validasi silang (cross validation) menunjukkan nilai RMSEC yang kecil dan nilai R2 mendekati 1 pada rentang konsetrasi 10-50% campuran deksametason atau metamizol dengan sampel jamu pegal linu referensi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode FTIR yang dikombinasikan dengan kemometrik mampu mengidentifikasi adanya kandungan BKO metamizol dan deksametason dalam jamu pegal linu secara simultan.
Copyrights © 2023