Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan meningkatkan kemungkinan resistensi bakteri terhadap antibiotik di masa depan. Antibiotik umumnya diresepkan untuk wanita selama persalinan, bahkan bagi mereka yang menjalani persalinan dengan induksi. Pemberian antibiotik selama persalinan dianjurkan jika ada risiko tinggi bayi tertular infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai ketepatan indikasi, pasien, obat, dosis dan cara pemberian antibiotik pada persalinan dengan induksi di RSUD Majenang dan RSUD M. A. Sentot Patrol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan observasional deskriptif non eksperimental. Data dikumpulkan secara retrospektif (Januari - Desember 2022). Analisis dilakukan dengan menggunakan Pedoman Penggunaan Antibiotik dan Pedoman Nasional Penanggulangan Komplikasi Kehamilan oleh Kementerian Kesehatan. Temuan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Sebanyak 96 pasien di RSUD Majenang dan 71 pasien di RSUD M. A. Sentot memenuhi kriteria inklusi. Semua parameter yang terkait dengan indikasi, pasien, obat, dosis dan cara pemberian 100% akurat dalam mengevaluasi penggunaan antibiotik dalam induksi persalinan di RSUD Majenang. Sebaliknya, ketepatan indikasi dan pasien di RSUD M.A. Sentot Patrol sebesar 40,58%. Untuk ketepatan obat sebesar 0%, hanya dosis dan cara pemberian antibiotik yang 100% tepat di RSUD M. A. Sentot Patrol. Kesimpulannya, penggunaan antibiotik pada persalinan induksi di RSUD Majenang sudah memenuhi harapan, sedangkan di RSUD M. Patrol masih ada ruang untuk perbaikan.
Copyrights © 2024