The Chinese ethnic group is one of the immigrant ethnic groups that has mostly carried out trading activities since the 18th century in Indonesia, so they have a good economic situation and have quite a large influence on the country's economy. However, the economic gap between the Chinese ethnic group and the natives has caused some prejudice. This study aims to understand the values and cultural practices of the Chinese ethnic group in the context of business in Indonesia, so that it can reduce prejudice and promote better collaboration with the Chinese ethnic group. This study was conducted using a literature study method using Google Scholar as a database with the keywords "Chinese", "business", "Indonesia", and "entrepreneur". From 10 relevant studies, the results of the study show that the values that are prioritized in business are universalism, benevolence, achievement, and power. The philosophical basis of Chinese tradition that influences the business practices of the Chinese ethnic group in Indonesia is Daoism, Confucianism, Mohism, and Legalism. In conclusion, to build good business cooperation with ethnic Chinese, indigenous people can build trustworthy characters, improve their abilities, and maintain their good name. AbstrakEtnis Tionghoa merupakan salah satu etnis pendatang yang mayoritas melakukan aktivitas perdagangan dari abad ke-18 di Indonesia, sehingga memiliki keadaan ekonomi yang baik dan cukup besar pengaruhnya dalam ekonomi negara. Namun, kesenjangan ekonomi antara etnis Tionghoa dengan pribumi menyebabkan timbulnya prasangka buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai dan praktik budaya etnis Tionghoa dalam konteks bisnis di Indonesia, sehingga dapat mengurangi prasangka buruk dan mempromosikan kolaborasi yang lebih baik dengan etnis Tionghoa. Analisis data didasarkan pada teori Schwartz’s human value dan traditional Chinese culture. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan google scholar sebagai database dengan kata kunci “Chinese”, “business”, “Indonesia”, dan “entrepreneur”. Dari 10 penelitian yang relevan, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diutamakan dalam bisnis adalah universalism, benevolence, achievement, dan power. Dasar filosofis tradisi Cina yang memengaruhi praktik bisnis etnis Tionghoa di Indonesia adalah daoisme, konfusianisme, mohisme, dan legalisme. Oleh karena itu, untuk membangun kerja sama bisnis yang baik dengan etnis Tionghoa, masyarakat pribumi dapat membangun karakter yang dapat dipercaya, meningkatkan kemampuan diri, dan menjaga nama baik diri.
Copyrights © 2025