Persediaan merupakan aset terbesar dalam keuangan yang sulit untuk diuangkan. Economic Order Quantity (EOQ) merupakan metode yang dapat menentukan jumlah pemesanan yang optimum dan menilai efisiensi biaya persediaan yang telah dilaksanakan. Banyaknya jenis bahan baku yang digunakan dalam produksi minuman jeli sehingga dilakukan pengklasifikasian bahan baku berdasarkan nilai tertinggi dengan analisis ABC. Untuk keberlanjutan kebijakan persediaan dimasa mendatang dilakukan peramalan penjualan menggunakan metode peramalan Simple Moving Average. Berdasarkan analisis ABC, tiga bahan baku dengan nilai persediaan tertinggi adalah gula cair (50,5%), jeli powder (29,4%), dan perisa (8,3%). Hasil perhitungan EOQ menunjukan jumlah pemesanan optimal gula cair yaitu 236,5ton, jeli powder yaitu 8,9ton dan perisa yaitu 1,8ton yang mana frekuensi pemesanan gula cair dan jeli powder 8-10 kali dengan interval pesanan 3-4 hari sedangkan frekuensi pemesanan perisa 4-6 kali dengan interval 6-7 hari. Dengan demikian total biaya persediaan metode EOQ diperoleh sebesar Rp1.181.175.817, sedangkan kebijakan perusahaan sebesar Rp1.412.000.000, dengan potensi penghematan biaya sebesar 16,3%. Hasil peramalan penjualan metode simple moving average menunjukkan bahwa permintaan produk pada bulan berikutnya stabil dengan kuantitas 1.463.002 dus dan nilai MAPE 12%.
Copyrights © 2026