Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) menjadi masalah kesehatan akibat kerja yang semakin sering terjadi di Indonesia, termasuk pada sektor industri, seperti pembangkit listrik. Pekerja kontraktor di Unit 7 dan 8 PLTU Paiton memiliki intensitas kerja fisik tinggi dengan berbagai aktivitas berisiko, seperti pengangkatan kommponen, perakitan scaffolding, dan proses pengelasan yang berpotens menimbulkan keluhan MSDs jika faktor risiko ergonominya tidak diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran keluhan MSDs pada kontraktor Unit 7 dan 8 PLTU Paiton. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan populasi 50 pekerja dan sampel sebanyak 45 pekerja yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire (CMDQ) dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia kurang dari 35 tahun (55,6%) dan memiliki masa kerja kurang dari atau sama dengan 5 tahun (64,4%). Sebanyak 68,8% responden mengalami keluhan MSDs tingkat berat (44,4%). Bagian tubuh yang paling banyak dikeluhkan adalah bahu kanan (31,11%), diikuti paha kanan dan kiri (masing-masing 26,67%), serta leher, punggung atas, dan punggung bawah (masing-masing 24,44%). Temuan ini mengindikasi bahwa diperlukan intervensi ergonomi di lingkungan kerja, seperti penyediaan alat bantu angkat untuk mengurangi risiko keluhan MSDs.
Copyrights © 2026