Harga emas global selama periode 2022–2025 menunjukkan volatilitas tinggi akibat interaksi faktor ekonomi, geopolitik, serta dinamika permintaan dan penawaran. Namun, penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada pendekatan prediktif berbasis deep learning dan masih terbatas dalam memberikan interpretasi ekonomi terkait mekanisme pembentukan harga dan keseimbangan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi titik keseimbangan harga emas menggunakan pendekatan berbasis permintaan–penawaran yang dikombinasikan dengan metode numerik. Data yang digunakan berupa data sekunder XAU/USD yang mencakup harga penutupan dan volume transaksi, yang dianalisis menggunakan regresi linier untuk membentuk fungsi permintaan dan penawaran. Selanjutnya, dibentuk fungsi excess demand yang bersifat kontinu dan diselesaikan menggunakan metode Biseksi hingga mencapai toleransi kesalahan sebesar 10⁻⁶. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik keseimbangan harga emas diperoleh pada P = 2353.27988 USD, yang merepresentasikan kondisi keseimbangan pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Biseksi efektif dalam menghasilkan solusi yang stabil dan konvergen serta mendukung analisis harga yang lebih interpretatif berbasis teori ekonomi
Copyrights © 2026