Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis pengaruh teori Fraud Hexagon terhadap pendeteksian kecurangan laporan keuangan. Teori Fraud Hexagon merupakan pengembangan dari teori fraud sebelumnya yaitu Fraud Triangle, Fraud Diamond dan Fraud Pentagon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris bahwa teori Fraud Hexagon berpengaruh dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2022. Sampel dalam penelitian ini adalah 24 perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik dengan tools program Eviews 10. Hasil dari penelitian ini adalah variabel stabilitas keuangan; tekanan ekstenal; kesempatan; rasionalisasi; kemampuan; arogansi dan kolusi tidak berpengaruh dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan.
Copyrights © 2026