Penggunaan pestisida tentu tidak asing bagi para petani khususnya di Indonesia. Banyak para petani yang mengandalkan pestisida dan pupuk kimia untuk menjalankan kegiatan usahatani yang ternyata hal tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi apakah Koperasi Porang Indonesia jaya termasuk rantai pasok berkelanjutan atau tidak. Sampel yang digunakan berjumlah 4 orang yang terdiri dari petani porang, pihak koperasi, pihak PT. Asia Prima Konjac, dan Pemerintah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Analysis Hirearchy Process (AHP) yang berguna untuk menganalisis pengambilan keputusan apakah Koperasi Porang Indonesia Jaya telah menerapkan Sustainable Supply Chain Management (SSCM) atau belum dengan bantuan aplikasi Expert Choice. Hasil penelitian menunjukkan pada perhitungan matriks dimensi urutan pertama diperoleh oleh dimensi lingkungan dengan bobot 0,404. Kedua, dimensi ekonomi dengan bobot 0,389. Ketiga, dimensi sosial dengan bobot 0,358, dan urutan kepentingan yang terakhir ada pada dimensi kelembagaan dengan bobot 0,280. Kesimpulan pada penelitian ini adalah dimensi yang paling berpengaruh dalam prioritas Sustainable supply chain management yaitu pada aspek lingkungan.
Copyrights © 2026