Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi visual branding komunitas suporter Persijap Jepara, yaitu Banaspati, melalui konten visual yang dipublikasikan pada akun Instagram @banaspati.id. Dalam era digital, Instagram menjadi ruang representasi identitas dan kreativitas komunitas suporter, sehingga penting untuk memahami bagaimana elemen-elemen visual digunakan untuk membangun citra, identitas, serta hubungan emosional dengan anggota komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten visual serta wawancara dengan lima anggota aktif Banaspati. Teori Brand Identity Prism dari Kapferer (1992) digunakan sebagai kerangka analisis, meliputi enam dimensi: Physique, Personality, Culture, Relationship, Reflection, dan Self-Image. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Banaspati konsisten membangun identitas visual melalui penggunaan warna merah-hitam, simbol api, gaya desain tegas, serta narasi penuh semangat juang. Konten visual juga menjadi sarana ekspresi kreativitas anggota komunitas, memperkuat solidaritas, serta membentuk citra positif suporter yang kreatif, loyal, dan beretika. Melalui visual branding yang kuat, Banaspati tidak hanya membangun eksistensi digital, tetapi juga merepresentasikan budaya lokal Jepara sebagai identitas kolektif komunitas suporter Persijap Jepara.
Copyrights © 2026