Pengelolaan sampah organik merupakan komponen penting dalam sistem persampahan daerah karena fraksinya mendominasi komposisi timbulan sampah. Kabupaten Bekasi sebagai wilayah dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi mengalami peningkatan timbulan sampah organik yang belum diimbangi oleh efektivitas sistem pengelolaan. Kondisi ini berdampak pada tingginya beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta rendahnya tingkat pengolahan sampah berbasis sumber. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor dominan yang menghambat pengelolaan sampah organik di Kabupaten Bekasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan sampah, meliputi instansi pemerintah daerah, pengelola fasilitas persampahan, komunitas bank sampah, dan perwakilan masyarakat. Data dianalisis menggunakan teknik skoring berbasis skala Likert untuk menentukan tingkat pengaruh setiap faktor penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur pengolahan, lemahnya kelembagaan operasional, rendahnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan pendanaan menjadi faktor dominan yang menghambat pengelolaan sampah organik di Kabupaten Bekasi. Temuan ini memberikan dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi peningkatan sistem pengelolaan sampah organik yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025