AbstrakStudi ini meneliti tentang proses transformasi organisasi DMC sebagai gerakan sosial menjadi gerakan afiliasi politik di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui pendekatan discourse theory dalam konteks kota Surakarta pasca reformasi, serta strategi populisme politik DMC yang dibangun melalui pendekatan political analysis. Dengan menggunakan perspektif populisme Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe sebagai pisau analisis diskursus politik, peneliti membaginya dalam beberapa sub analisis. Pertama, reformasi dan momen populis dimana munculnya DMC merupakan konsekuensi dari ketimpangan ekonomi dan kondisi struktur sosial di kota Surakarta pasca peristiwa Mei 1998. Kedua, periode transformatif bagi DMC dimana telah terjadi perubahan dalam perolehan modal dan mulai terjalinnya afiliasi politik, terbangunnya afeksi politik dan peran pemimpin kharismatik, serta strategi membangun wacana organisasi sosial-kemasyarakatan. Ketiga, DMC sebagai gerakan sosial dan afiliasi politik dalam membangun mata rantai ekuivalensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan strategi populisme politik, DMC dapat membangun formasi hegemonik yang selain dalam domain politik juga “kultural” melalui agenda sosial-kemasyarakatannya, hal ini sebagai peluang dalam merebut common sense dan potensi memenangkan war of position dalam setiap agenda politik di Kota Surakarta.
Copyrights © 2024