Tulisan ini bertujuan mengkaji eksistensi barista perempuan di caffe shop Banda Aceh. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan datanya melalui wawancara untuk menjawab pertanyaan yang ada di pendahuluan serta tala’ah dari sumber-sumber yang dapat dijadikan data dalam tulisan ini. Dari hasil penelitian, penulis menemukan adanya kesesuaian dengan teori Simone De Beauvoir yang membagi feminisme eksistensialis dalam tiga bagian yaitu takdir dan sejarah perempuan, mitos perempuan, dan kehidupan perempuan kini. Sesuai dengan teori yang digunakan penulis menemukahan bahwa; Sejarah pada perempuan menurut Beauvoir selalu menampilkan peran laki-laki yang lebih esensial daripada peran perempuan sepanjang sejarah. Di mulai dengan NJO atau orang yang baru pertama kali datang ke Aceh mulai mengisi kursi-kursi di warung kopi meski hanya sekedar dengan bertemu dengan orang lain atau diskusi. Hal ini mulai di lihat oleh perempuan Aceh bahwa sekedar duduk di warung kopi ternyata bukan bencana yang besar sehingga seiring dengan berjalannya waktu perempuan mulai ramah dengan kehadiran perempuan. Dan hadirnya Balai Latihan Kerja (BLK), dapat mengasah skil masyarakat Aceh dalam berbagai bidang termasuk pelatihan meracik kopi.
Copyrights © 2024