Berdasarkan Laporan kinerja Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian tahun 2017 menjelaskan bahwa puskesmas yang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai standar adalah puskesmas yang telah menerapkan pemberian informasi obat (PIO) dan terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan responden tentang informasi obat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang informasi obat meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain one group pretest posttest. Frekuensi responden berjenis kelamin laki-laki 66,34% dan perempuan 33,33%, kategori usia dewasa menjadi responden terbanyak sebanyak 66,67%. Pendidikan paling banyak SMA 73,33% dan Pekerjaan paling banyak Petani/Peternak sebesar 30%. Tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan adalah kurang sebanyak 100%, namun setelah dilaksanakan penyuluhan tentang PIO tingkat pengetahuan pasien meningkat dengan baik 26,67%, cukup 66,67% dan kurang 6,67%. Hasil analisis statistik dengan uji Wilcoxon menunjukan bahwa adanya perbedaan bermakna tangkat pengetahuan pasien tentang informasi obat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dilihat dari nilai p value < 0,05 (p-value = 0,000).
Copyrights © 2023