Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita se Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54,35%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 67,39%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 47,8% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 65,2%. Sumber informasi yang didapat responden 54,3% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 73,9% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.
Copyrights © 2024