Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) merupakan tuberkulosis yang resisten terhadap satu atau lebih Obat Anti Tuberkulosis (OAT). TBC RO menjadi masalah kesehatan terbesar dikarenakan infeksinya yang cepat dan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien TBC RO berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat pengobatan sebelumnya, serta klasifikasi berdasarkan hasil uji kepekaan, untuk mengetahui gambaran paduan pengobatan pasien TBC RO, dan untuk mengetahui kesesuaian pemberian paduan pengobatan pada pasien TBC RO berdasarkan hasil uji kepekaan obat dengan Petunjuk Teknis Penatalaksanaan TBC RO di Indonesia Tahun 2024. Penelitian retrospektif ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 107 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan profil karakteristik pasien terbanyak adalah laki-laki sebesar 67,29%, rentang usia paling banyak adalah usia 36 sampai 45 tahun sebesar 26,17%, pasien dengan kasus baru sebanyak 53,27%, pasien dengan jenis TBC RR (Resisten Rifampisin) sebanyak 48,60%, Paduan pengobatan yang paling banyak digunakan berdasarkan hasil uji kepekaan yaitu LTR (Long Term Regimen) sebesar 49,53%. Kesesuaian pemberian paduan pengobatan di RSUD Kota Bogor berdasarkan hasil uji kepekaan obat mencapai 90,65%. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian terapi obat pasien TBC RO belum sesuai dengan Petunjuk Teknis Penatalaksanaan TBC RO di Indonesia Tahun 2024.
Copyrights © 2025