Studi ini mengevaluasi dampak koil pengapian balap pada mesin YMJET-FI 115 CC menggunakan bahan bakar campuran Etanol pada emisi gas buang. Menambahkan Etanol ke pertalite dalam komposisi 10%, 20%, 30%, dan 40% memengaruhi sifat kimia bahan bakar. Menggunakan koil standar dengan campuran Etanol (E10, E20, E30, dan E40) tidak mengubah emisi karbon monoksida (CO) secara signifikan, dengan level CO terendah pada 4,96% untuk E30. Sebaliknya, koil balap BRT dengan campuran ini menghasilkan perubahan penting, dengan level CO terendah pada 4,21% untuk E10. Emisi karbon dioksida (CO2) dengan koil standar tidak menunjukkan perubahan signifikan, dengan level CO2 terendah pada 9,7% untuk E30, sedangkan koil balap BRT menunjukkan perubahan signifikan, dengan level CO2 terendah pada 7,45% untuk E40. Emisi hidrokarbon (HC) dengan koil standar tetap stabil, dengan kadar HC terendah pada 452 ppm untuk E30, tetapi koil balap BRT menunjukkan perubahan signifikan, dengan kadar HC terendah pada 319,5 ppm untuk E10. Dampak campuran Etanol pada emisi gas buang kurang signifikan dengan koil standar, sedangkan koil balap BRT menunjukkan pengurangan emisi yang signifikan. Peningkatan ini disebabkan oleh pembakaran yang lebih sempurna yang dihasilkan dari resistansi dan voltase yang lebih baik. Studi ini menyimpulkan bahwa koil pengapian balap BRT secara efektif mengurangi emisi gas buang pada mesin YMJET-FI 115 CC dengan bahan bakar campuran Etanol.
Copyrights © 2024