This study aims to examine the effect of varying the ratio of RON 92 petrol and ethanol blends on engine performance and exhaust emissions in a 12K00 type engine. The research method involved a dynamometer test to measure power, torque and air fuel ratio (AFR) and a gas analyser to analyse exhaust emissions (CO, HC, NOx and CO2). The population of the study was a 12K00 type engine, with the samples being various blend ratios of RON 92 petrol and ethanol: 100:0, 90:10, 85:15, 80:20, and 75:25. The results showed that increasing the ethanol content of the fuel blend significantly reduced CO and HC emissions, with optimal ratios found at 85:15 and 80:20 blends for the best performance and lowest emissions. A reduction in CO2 emissions was seen at higher ethanol ratios, despite an initial increase at low blend ratios. This study concludes that the use of ethanol as a petrol blend has a positive impact on engine performance and reduces exhaust emissions, making it a more environmentally friendly fuel solution. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi rasio campuran bensin RON 92 dan etanol terhadap performa engine dan emisi gas buang pada engine tipe 12K00. Metode penelitian melibatkan uji dynamometer untuk mengukur daya, torsi, dan air fuel ratio (AFR) serta gas analyzer untuk menganalisis emisi gas buang (CO, HC, NOx, dan CO2). Populasi penelitian adalah engine tipe 12K00, dengan sampel berupa berbagai rasio campuran bensin RON 92 dan etanol: 100:0, 90:10, 85:15, 80:20, dan 75:25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar etanol pada campuran bahan bakar secara signifikan menurunkan emisi CO dan HC, dengan rasio optimal ditemukan pada campuran 85:15 dan 80:20 untuk performa terbaik dan emisi terendah. Penurunan emisi CO2 terlihat pada rasio etanol yang lebih tinggi, meskipun awalnya terjadi peningkatan pada rasio campuran rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran bensin memberikan dampak positif terhadap performa engine dan mengurangi emisi gas buang, sehingga dapat menjadi solusi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Copyrights © 2025