Desa Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman memiliki potensi pertanian, namun mengalami kekeringan yang berdampak pada penurunan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Keterbatasan air dan ketergantungan pada pertanian konvensional menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi rumah tangga. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah budidaya sayuran secara hidroponik yang lebih efisien dalam penggunaan air dan tidak memerlukan lahan luas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya hidroponik sebagai upaya mengatasi keterbatasan air dan meningkatkan pendapatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berjalan dengan baik, ditandai dengan meningkatnya partisipasi, pemahaman, serta kemampuan masyarakat dalam mempraktikkan budidaya hidroponik secara mandiri. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta potensi ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 2, SDG 3, dan SDG 13.
Copyrights © 2026