Penelitian ini mengkaji dinamika kuasa dalam membentuk tubuh perempuan melalui lensa teori Foucault, Bartky, dan wacana konsumerisme modern. Foucault, dalam konsep disiplin tubuh, menyatakan bahwa tubuh individu dikendalikan dan dibentuk oleh kekuasaan yang hadir melalui berbagai institusi. Namun, Bartky mengkritik konsep ini dengan menyoroti ketimpangan penerapan disiplin tubuh yang lebih keras dan lebih kompleks terhadap perempuan dibandingkan laki-laki, yang dipandang sebagai salah satu manifestasi kekuasaan patriarki. Penelitian ini kemudian mengembangkan pandangan Bartky dengan mempertimbangkan peran penting konsumerisme dalam membentuk konsep femininitas dan tubuh ideal perempuan. Konsumerisme, yang semakin mendominasi di era modern, tidak hanya memperkuat kontrol patriarki tetapi juga menciptakan standar kecantikan yang sulit dicapai, mempengaruhi cara perempuan memandang dan memperlakukan tubuh mereka. Dalam konteks ini, tubuh perempuan menjadi objek komodifikasi, di mana keinginan untuk memenuhi standar kecantikan yang ditawarkan pasar semakin mendalam. Melalui analisis ini, penelitian ini berusaha untuk menggali hubungan antara kuasa patriarki, praktik disiplin tubuh, dan peran konsumerisme dalam membentuk identitas perempuan kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa tubuh perempuan tidak hanya dikendalikan oleh kekuasaan institusional, tetapi juga dipengaruhi oleh kekuatan pasar yang secara simultan mengkonstruksi dan mengeksploitasi citra tubuh perempuan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana kekuasaan dan konsumerisme saling berinteraksi dalam membentuk tubuh perempuan dalam masyarakat modern.
Copyrights © 2026