Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui pengaruh Work Life Balance dan Burnout terhadap Guru dan Staff Di Yayasan IPPI Petojo .baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh menggunakan dengan sampel sebanyak 65 responden. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi dan uji hipotesis. Nilai koefisien Work Life Balance sebesar 0,336 bernilai positif. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap terjadinya peningkatan pada Work Life Balance sebesar 1 kali (satu satuan), Nilai koefisien Burnout sebesar -0,429 bernilai negatif. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap terjadinya peningkatan pada Burnout sebesar 1 kali (satu satuan), maka tingkat Kepuasan Kerja akan menurun sebesar 0,429 (berlawanan arah). Nilai R Square sebesar 0,537 menunjukkan bahwa Work Life Balance dan Burnout secara simultan menjelaskan 53,7% variasi Kepuasan Kerja, sedangkan 46,3% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model, Nilai korelasi (R) sebesar 0,733 menunjukkan adanya hubungan yang “kuat” antara Work Life Balance dan Burnout secara simultan terhadap Kepuasan Kerja. Hasil uji t menunjukkan bahwa Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja (t = 2,887; p = 0,005 < 0,05), Hasil uji t menunjukkan bahwa Burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja (t = −4,717; p = 0,000 < 0,05), yang berarti semakin tinggi Burnout, semakin rendah Kepuasan Kerja, Hasil uji F menunjukkan bahwa Work Life Balance dan Burnout secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja (F = 35,991; p = 0,000 < 0,05).
Copyrights © 2026