Spermatozoa kambing Sapera dan Boer sangat rentan terhadap radikal bebas yang mampu mempengaruhi kualitasnya, sehingga antioksidan seperti vitamin C dibutuhkan untuk menetralkan aktivitas radikal bebas serta melindungi spermatozoa dari reaktif oksidatif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan vitamin C terhadap kualitas dan daya tahan hidup semen cair kambing Sapera dan Boer yang disimpan pada suhu 5°C. Persentase motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa yang telah diencerkan dievaluasi pada penyimpanan 24, 48, dan 72 jam. Studi literatur sumber informasi dari jurnal dan prosiding ditelusuri melalui Google Scholar, dan Library Universitas Gadjah Mada (LIB UGM) dari penelitian yang telah ada dan dikembangkan sebelumnya. Hasil studi menunjukkan semen cair kambing Sapera dengan penambahan vitamin C sebanyak 0,2 gr/mL dengan penyimpanan 24 jam menunjukkan persentase motilitas, viabilitas, abnormalitas paling baik 62,25±3,51%, 73,67±2,71%, dan 2,08±0,98% dibanding perlakuan lainnya. Semen kambing Boer dengan penambahan 0,2 gr/mL vitamin C pada penyimpanan 24 jam menunjukkan persentase motilitas sebesar 61,60±3,21% dan viabilitas 80,40±9,18% lebih baik daripada perlakuan lainnya, namun persentase abnormalitas terendah diperoleh dengan penambahan 0,1 gr/mL vitamin C dengan nilai 2,34 ± 0,57%. Disimpulkan bahwa perlakuan terbaik untuk mempertahankan motilitas dan viabilitas semen kambing Sapera dan Boer dengan penambahan vitamin C sebanyak 02 gr/mL pada media pengencer, serta penambahan 0,1 gr/mL vitamin C untuk menekan abnormalitas spermatozoa. ABSTRACT Sapera and Boer goat spermatozoa are very susceptible to free radicals that can affect their quality, so antioxidants such as vitamin C are needed to neutralize free radical activity and protect spermatozoa from oxidative reactivity. This literature study aims to examine the effect of adding vitamin C on the quality and survival of liquid semen of Sapera and Boer goats stored at 5°C. The percentage of motility, viability, and abnormalities of diluted spermatozoa was evaluated at 24, 48, and 72 hours of storage. Literature study sources of information from journals and proceedings were searched through Google Scholar, and the Gadjah Mada University Library (UGM LIB) from existing and previously developed research. The results of the study showed that the liquid semen of Sapera goats with the addition of 0.2 gr/mL of vitamin C, after 24 hours of storage, showed the best percentage of motility, viability, and abnormalities of 62.25±3.51%, 73.67±2.71%, and 2.08±0.98% compared to other treatments. Boer goat semen with the addition of 0.2 gr/mL of vitamin C in 24 hours of storage showed a percentage of motility of 61.60±3.21% and viability of 80.40±9.18%, better than other treatments, but the lowest percentage of abnormalities was obtained with the addition of 0.1 gr/mL of vitamin C, with a value of 2.34±0.57%. It was concluded that the best treatment to maintain the motility and viability of Sapera and Boer goat semen was by adding 0.2 gr/mL of vitamin C to the diluent medium, as well as adding 0.1 gr/mL of vitamin C to suppress spermatozoa abnormalities.
Copyrights © 2026