Air bersih adalah kebutuhan dasar yang bagaimanapun sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, maka untuk itu ketersediaannya amatlah sangat penting. Banyak cara yang digunakan dalam penyediaan air bersih, salah satunya yaitu dengan menggunakan jaringan perpipaan atau sistem perpipaan. Pada kenyataannya, pendistribusian air bersih selalu terjadi permasalahan yang mana tidak sesuainya kebutuhan air pada masing-masing keluaran, biasanya disebabkan tidak sesuai dengan jumlah penghuni atau dengan perancangan pada bangunan tersebut. Untuk itu salah satu upaya yang dilakukan yaitu merancang distribusi air bersih dengan menggunakan software Epanet 2.0 dengan studi kasus di villa permanen Wayang Windu. Merancang distribusi air bersih dimulai dari menghitung kebutuhan air bersih di setiap bangunan yang mengacu pada SNI 03-7065-2005. Selanjutnya menghitung kapasitas peralatan yang dibutuhkan pada sistem distribusi air, merancang sistem jaringan pipa, dan melakukan perhitungan dalam perancangan distribusi air bersih menggunakan software Epanet 2.0 dengan batasan kecepatan yang mengacu pada API RP 14E. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan berdasarkan metode jumlah penghuni, besarnya kebutuhan air bersih di villa permanen Wayang Windu sebesar 42,179 m3/d. Lalu setelah dilakukan simulasi jaringan pipa yang telah dirancang menggunakan software Epanet 2.0, jaringan tersebut mampu melayani kebutuhan air bersih setiap bangunan sesuai perhitungan, akan tetapi kriteria desain yang ada pada jaringan pipa tersebut masih belum memenuhi standar yang ditentukan oleh API RP 14E yaitu kecepatan aliran yang masih lebih rendah dari 0,9 m/s pada kebanyakan pipa.
Copyrights © 2026