Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan gempa yang tinggi sehingga perencanaan struktur baja memerlukan sambungan kolom–balok yang memenuhi kriteria ketahanan seismik. Pada Gedung Fakultas Teknik Universitas Pamulang digunakan sambungan Haunch Bolted Extended End-Plate (HBEEP) yang belum termasuk dalam kategori sambungan terprakualifikasi menurut SNI 7972-2020. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sambungan HBEEP terhadap persyaratan prakualifikasi berdasarkan SNI 7860-2020. Metode penelitian meliputi analisis struktur, pengecekan konsep Strong Column Weak Beam (SCWB), serta pengujian numerik menggunakan ABAQUS dengan pembebanan siklik. Selain itu, dilakukan pemodelan berbasis Building Information Modeling (BIM) menggunakan Autodesk Revit untuk visualisasi sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas momen maksimum pada kedua spesimen melebihi 0,8Mp, sehingga memenuhi persyaratan kekuatan. Namun, kapasitas rotasi yang dihasilkan belum mencapai 0,04 rad, sehingga belum memenuhi kriteria deformasi yang disyaratkan. Hal ini menunjukkan bahwa sambungan HBEEP memiliki kinerja yang baik dari segi kekuatan, tetapi terbatas dalam daktilitas. Dengan demikian, sambungan ini belum sepenuhnya memenuhi kriteria sebagai sambungan terprakualifikasi. Direkomendasikan dilakukan modifikasi desain atau optimasi dimensi sambungan untuk meningkatkan kapasitas rotasi agar memenuhi persyaratan seismik secara menyeluruh.
Copyrights © 2026