Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi manajemen pakan pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) menggunakan dua sistem yang berbeda, yaitu sistem intensif dan semi intensif. Penelitian dilaksanakan melalui kegiatan praktek kerja lapang di dua lokasi, yakni Instalansi Gelung Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo untuk sistem intensif dan Tambak MIBAMA Banyuwangi untuk sistem semi intensif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, partisipasi aktif serta studi literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem intensif dengan penggunaan autofeeder dan pengaturan indeks pakan menghasilkan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) berkisar antara 0,73–1,04 dengan tingkat kelangsungan hidup (SR) mencapai 90%, sedangkan sistem semi intensif dengan metode blind feeding dan akselerasi menghasilkan nilai FCR sebesar 1,2 dan SR sebesar 92%. Efisiensi manajemen pakan terbukti mempengaruhi laju pertumbuhan harian (ADG) serta kondisi kualitas air tambak. Pemberian pakan yang terkontrol dapat menekan peningkatan amonia (NH₃) dan nitrit (NO₂) yang bersifat toksik, sehingga menjaga keseimbangan lingkungan perairan dan kesehatan udang. Dengan demikian penerapan manajemen pakan tepat dan terukur menjadi kunci keberhasilan budidaya udang vannamei yang efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026