Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah prosedur penyelamatan nyawa darurat yang dilakukan ketika jantung berhenti berdetak. Baik tidaknya kinerja perawat dalam melakukan RJP dapat ditentukan oleh pengetahuan dan efikasi diri, dampak jika kinerja perawat saat melakukan RJP tidak baik, maka RJP kemungkinan besar tidak akan ROSC sehingga nyawa pasien akibat cardiac arrest tidak tertolong.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan efikasi diri terhadap kinerja perawat dalam melakukan resusitasi jantung paru pada ruang gawat darurat dan intensif. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan survei analitik, sampel berjumlah 36 dengan teknik total sampling, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan korelasi Kendall Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan pengetahuan (p<0,001) dan efikasi diri (p<0,001) dengan kinerja perawat dalam melakukan resusitasi jantung paru di ruang gawat darurat dan intensif. Disarankan bagi perawat yang bekerja di gawat darurat dan intensif perlu untuk meningkatkan pengetahuan guna mencapai efikasi diri dan kinerja yang maksimal dalam melakukan RJP agar dapat memperbesar peluang hidup pada pasien yang mengalami henti jantung.
Copyrights © 2026