Studi ini melihat bagaimana akuntansi manajemen dapat meningkatkan kinerja Manajemen Rantai Pasokan (SCM) di Toko Laa-Tansaa Sandal, sebuah UMKM ritel yang masih menggunakan sistem pencatatan manual. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa banyak UMKM memiliki efisiensi rantai pasokan yang rendah karena kekurangan digitalisasi dan sistem akuntansi yang tidak terintegrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang cara-cara di mana penggunaan akuntansi manajemen dapat membantu proses pengambilan keputusan operasional, meningkatkan pengendalian persediaan dan meningkatkan efisiensi proses rantai pasokan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan masalah utama yang dihadapi UMKM saat menggunakan akuntansi manajemen. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung dengan pemilik dan karyawan yang terlibat dalam pencatatan transaksi, pengelolaan stok, dan pencatatan transaksi. Analisis data dilakukan melalui proses sistematis untuk mengurangi, menyajikan, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi biaya produksi, pengendalian persediaan, dan penentuan harga jual masih bergantung pada informasi akuntansi, meskipun pencatatan biaya, stok, dan transaksi masih dilakukan secara manual. Tidak adanya digitalisasi menyebabkan ketidaksesuaian data antara bagian logistik dan keuangan, yang mengakibatkan efisiensi SCM yang rendah. Tantangan tambahan termasuk kekurangan pengetahuan akuntansi digital, keterbatasan teknologi, dan kekurangan sumber daya manusia. Pemilik usaha akan termotivasi untuk beralih ke sistem digital jika mereka menerima pelatihan yang cukup. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa akuntansi manajemen adalah alat pencatatan dan sistem informasi strategis untuk optimalisasi rantai pasokan. Untuk meningkatkan daya saing dan keandalan sistem informasi, penelitian ini menyarankan UMKM untuk mengikuti pelatihan digitalisasi akuntansi. This study examines how management accounting can improve the performance of Supply Chain Management (SCM) at Toko Laa-Tansaa Sandal, a retail MSME that still uses a manual recording system. The research is motivated by the fact that many MSMEs have low supply chain efficiency due to a lack of digitalization and non-integrated accounting systems. The purpose of this study is to gain an understanding of how the use of management accounting can support operational decision-making, enhance inventory control, and improve the efficiency of supply chain processes. The study also aims to identify the main problems faced by MSMEs when using management accounting. Data for this study was collected through interviews and direct observations with the owner and employees involved in transaction recording, stock management, and transaction documentation. Data analysis was conducted through a systematic process of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that production cost evaluation, inventory control, and pricing decisions still rely on accounting information, even though cost recording, stock management, and transactions are still performed manually. The lack of digitalization leads to data inconsistencies between the logistics and finance departments, resulting in low SCM efficiency. Additional challenges include a lack of digital accounting knowledge, technological limitations, and insufficient human resources. The business owner would be motivated to transition to a digital system if adequate training were provided. Overall, the study indicates that management accounting is not only a recording tool but also a strategic information system for optimizing the supply chain. To improve competitiveness and the reliability of information systems, the study recommends that MSMEs participate in digital accounting training.
Copyrights © 2026