Tujuan – Menganalisis Program Kanggo Riko di Kabupaten Banyuwangi sebagai inovasi pelayanan publik dalam perspektif New Public Service (NPS), dengan fokus pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga miskin dan praktik partisipasi deliberatif dalam kebijakan penanggulangan kemiskinan di tingkat desa. Desain/metodologi/pendekatan – Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh dari analisis dokumen kebijakan, laporan monitoring dan evaluasi program, serta data statistik resmi. Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan prinsip-prinsip NPS sebagai kerangka interpretatif untuk memahami desain dan implementasi program. Temuan – Program Kanggo Riko menginstitusionalisasikan mekanisme deliberatif melalui pra-rembug dan rembug warga desa dalam penentuan sasaran program. Skema bantuan produktif yang disertai pendampingan sosial dan perlindungan jaminan kerja berkontribusi pada penguatan kapasitas usaha penerima manfaat. Program ini berkorelasi dengan peningkatan pendapatan penerima manfaat sebesar 36,34% serta peningkatan penjualan usaha hingga 80%. Keterbatasan penelitian – Penggunaan data sekunder dan hanya berfokus pada satu konteks daerah, sehingga temuan bersifat kontekstual dan memerlukan verifikasi melalui penelitian lanjutan dengan data primer. Implikasi – Menegaskan relevansi NPS dalam inovasi pelayanan publik berbasis pemberdayaan serta pentingnya penguatan integrasi data kemiskinan, pendampingan usaha, dan forum musyawarah desa sebagai ruang evaluasi program. Kebaruan – Penelitian ini menunjukkan secara empiris bagaimana mekanisme deliberatif desa dan bantuan produktif dapat menjadi instrumen penciptaan nilai publik dalam kebijakan pemberdayaan perempuan kepala keluarga miskin.
Copyrights © 2026