Penelitian ini menganalisis daya saing ekspor cengkeh Indonesia ke Arab Saudi dibandingkan empat kompetitor utama menggunakan metode Revealed Comparative Advantage dan analisis jalur dengan data sekunder dari BPS, UN Comtrade, serta Direktorat Jenderal Perkebunan. Hasil menunjukkan Indonesia memiliki daya saing kuat dan fluktuatif yang mendominasi pangsa pasar, sementara Madagaskar stabil namun menurun, Uni Emirat Arab lemah sebagai re-ekspor, serta Sri Lanka dan India rendah. Analisis jalur mengonfirmasi produksi cengkeh berpengaruh positif langsung signifikan terhadap daya saing, nilai tukar tidak berpengaruh; secara langsung terhadap ekspor, produksi tidak signifikan, nilai tukar positif signifikan, dan daya saing paling dominan. Secara tidak langsung, produksi memengaruhi ekspor melalui mediasi daya saing, merekomendasikan peningkatan produksi dan stabilitas nilai tukar untuk memperkuat posisi kompetitif Indonesia.
Copyrights © 2026