Potensi sumber energi matahari yang melimpah di Indonesia telah mendorong pertumbuhan pemanfaatan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Umumnya, sistem PLTS yang diterapkan masih menggunakan konfigurasi on-grid yang terhubung dengan jaringan PLN. Namun, pada wilayah tertentu yang memiliki keterbatasan akses atau keandalan jaringan listrik, penggunaan sistem PLTS off-grid menjadi solusi yang penting untuk menjamin kontinuitas suplai energi. Permasalahan utama dalam desain PLTS off-grid adalah tingginya biaya investasi, terutama akibat penggunaan asumsi hari otonomi tetap selama tiga hari tanpa matahari, yang menyebabkan kapasitas baterai dan daya PLTS terpasang menjadi berlebihan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini melakukan simulasi optimasi menggunakan metode brute force search guna memperoleh konfigurasi daya terpasang modul surya dan kapasitas baterai yang paling optimal dengan tetap memenuhi kondisi zero blackout. Metode ini bekerja dengan mengevaluasi seluruh kombinasi parameter sistem berdasarkan profil beban dan kondisi radiasi matahari, sehingga menghasilkan desain yang adaptif terhadap kondisi nyata lokasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi optimal mampu menurunkan biaya investasi sistem secara signifikan, dengan penghematan berkisar antara 40–60% dibandingkan desain konvensional yang menggunakan asumsi tiga hari otonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan optimasi berbasis brute force search efektif dalam meningkatkan efisiensi teknis dan ekonomi sistem PLTS off-grid.
Copyrights © 2026