Latar Belakang:Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis yang sering muncul pada penderita diabetes melitus, khususnya pada pasien dengan gangguan sirkulasi dan neuropati perifer. Luka yang tidak tertangani secara optimal berisiko berkembang menjadi infeksi berat dan berujung amputasi, sehingga memerlukan penanganan yang efektif. Di lapangan, metode perawatan luka masih banyak menggunakan pendekatan konvensional yang kurang mampu menciptakan lingkungan ideal untuk penyembuhan. Salah satu alternatif terapi non-farmakologi yang kini semakin sering digunakan adalah balutan hydrocolloid, karena kemampuannya menjaga kelembapan luka serta mempercepat regenerasi jaringan.Tujuan:Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan balutan hydrocolloid dalam mempercepat proses penyembuhan luka ulkus diabetikum melalui pendekatan asuhan keperawatan komprehensif. Metode:Desain penelitian berupa studi kasus deskriptif dengan penerapan asuhan keperawatan pada satu klien dengan ulkus diabetikum di Rumah Luka Pangandaran, Jawa Barat. Diagnosa keperawatan ditetapkan berdasarkan SDKI, intervensi mengacu pada SIKI, evaluasi menggunakan SLKI, dan dokumentasi disusun dengan metode SOAPIER. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pencatatan kondisi luka setiap tiga hari dalam kurun tujuh hari perawatan. Hasil:Hasil pengkajian menunjukkan adanya perbaikan signifikan berupa penurunan ukuran luka, peningkatan granulasi, dan berkurangnya eksudat. Skor Bates-Jensen turun dari 25 pada pertemuan pertama menjadi 15 pada pertemuan ketiga. Intervensi berupa manajemen luka dengan balutan hydrocolloid terbukti mendukung percepatan penyembuhan. Kesimpulan:Penggunaan balutan hydrocolloid dapat mempercepat penyembuhan ulkus diabetikum dengan menjaga kelembapan luka, mendukung pembentukan jaringan granulasi, mempercepat epitelisasi, serta mengurangi risiko infeksi dan nyeri saat pergantian balutan.
Copyrights © 2026