Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I sekolah dasar yang dipengaruhi oleh kurang tepatnya metode dan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh metode reading aloud berbantuan media flashcard dan ketepatan intonasi terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I SD. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group design.Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas I pada SD Negeri 41 Sangkir dan SD Negeri 54 Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, tahun ajaran 2025/2026.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan kelas I SD Negeri 41 Sangkir sebagai kelas eksperimen dan kelas I SD Negeri 54 Garagahan sebagai kelas kontrol.Instrumen penelitian berupa tes kemampuan membaca permulaan dan lembar observasi ketepatan intonasi.Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan homogenitas sebagai uji prasyarat, uji Mann–Whitney untuk pengujian hipotesis pertama dan kedua, serta uji Kruskal–Wallis untuk hipotesis ketiga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh signifikan penggunaan metode reading aloud berbantuan media flashcard terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,006 < 0,05; (2) terdapat pengaruh signifikan ketepatan intonasi terhadap kemampuan membaca permulaan dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05; dan (3) tidak terdapat pengaruh signifikan secara simultan antara metode reading aloud berbantuan media flashcard dan ketepatan intonasi terhadap kemampuan membaca permulaan dengan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,513 > 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa intonasi bersifat individual dan dipengaruhi oleh kesiapan fonologis serta kemampuan menyimak peserta didik.
Copyrights © 2026